Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Pentingnya Merencanakan Karir Setalah Tamat Belajar

Meraih kesuksesan dalam pekerjaan merupakan impian semua orang. Namun terkadang itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ada banyak faktor yang menentukan kelangsungan dan kesuksesan karier kita. Karena itu, satu hal yang perlu kita lakukan adalah dengan merencanakan masa depan karier kita sejak awal. Memang, dalam hidup tidak semua hal akan selalu berjalan sesuai rencana. Tapi tidak ada salahnya mencoba, kan? Nah, jika Anda sedang merencanakan masa depan karier kita, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi. , C.Ht menyarankan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan karakter kita terlebih dahulu. Tidak perlu memaksa diri untuk bekerja kantoran dengan suasana pekerjaan yang monoton, apalagi jika kita orang yang suka bersosialisasi dan suka perubahan. Jadi, gali lagi passion yang selama ini kita miliki, Ladies. “Mungkin pekerjaan yang monoton itu lebih bonafide, lebih  settle , tetapi jika karakter kita gemar bersosialisasi, ya tentu akan cepat

RENCANA SETELAH TAMAT SMA

Masa-masa SMA (Sekolah Menengah Atas) merupakan masa sekolah yang paling indah bagi para pelajar dan anak muda kebanyakan. Memiliki banyak teman, menghabiskan waktu bersama menikmati momen-momen terakhir masa jaya putih abu-abu dan tentunya mempersiapkan diri untuk melangkah kejenjang yang lebih tinggi lagi.  Rasa tak sabar untuk mengenyam bangku perkuliahan sudah tak dapat dibendung lagi dalam benak mereka. Entah, sudah berapa banyak bayang-bayang yang mereka buat tentang bangku perkuliahan.  Padahal lulus SMA atau berakhirnya Ujian Nasional bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menentukan masa depan. Awal untuk mewujudkan citi-cita yang telah sering kita sebut sejak zaman SD hingga lulus SMA. Namun, tidak sedikit dari mereka juga masih bingung untuk menentukan tujuan hidup setelah tamat SMA nanti.  Ini hal wajar karena memang disetiap tahun kelulusan ini sudah menjadi dilema bagi anak-anak yang akan tamat SMA, bingung antara memilih akan melanjutkan kulia

PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

Kenakalan remaja  ( juvenile delinquency ) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma,atau aturan,  masyahukum dalamrakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak - anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balapan liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya. Menurut penelitian yang dilakukan Balitbang Dapertemen Sosial (2002), Hamzah (2002, Prahesti (2002), men

Cara Mengenali dan Mengembangkan Potensi Diri

Setiap orang tentu akan memiliki potensi di dalam dirinya, meski mungkin saja jumlah potensi ini tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Berbagai macam potensi diri inilah yang kemudian akan Membantu kita untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai hal, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dan kendala yang kita temui di dalam kehidupan kita. Begitu pentingnya untuk memiliki potensi diri yang maksimal di dalam hidup ini, agar semua bisa berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan bagi diri kita sendiri Pada dasarnya, ada banyak sekali orang yang tidak mampu menemukan potensi dirinya, bahkan sekedar hanya mengenalinya di dalam diri mereka. Hal ini tentu sangat merugikan, mengingat potensi diri akan sangat membantu seseorang untuk bisa berkembang dengan maksimal dan mencapai banyak hal di dalam kehidupannya. Ketika seseorang tidak mampu menemukan potensi dirinya, maka besar kemungkinan orang tersebut hanya akan melakukan pencapaian yang itu-itu saja sepanjang hi

Kebutuhan dan Tugas Perkembangan Peserta Didik

•Konsep Kebutuhan Peserta didik Dalam mebicarakan konsep kebutuhan, tidak akan terlepas dari konsep motivasi, konsep dorongan, konsep perilaku, serta tujuan. Seseorang yang berbuat atau melakukan sesuatu, setidaknya karena ada kebutuhan yang hendak dicapai. Misalnya : seorang pelajar yang memiliki kebutuhan untuk dihargai dan diakui oleh teman-teman sekelasnya, ia akan melakukan berbagai upaya untuk mencapainya. Yaitu ia mengambil suatu keputusan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan merebut kejuaraan kelas dalam ulangan semester dengan tujuan agar teman-teman sekelasnya member penghargaan dan pengakuan. Kebutuhan dapat dipandang sebagai suatu aturan yang objektif yang terdapat dalam diri individu yang apabila dipenuhi akan menyebabkan tercapainya suatu kepuasan dan adanya penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Secara garis besar kebutuhan dapat dibedakan atas beberapa golongan yaitu : a. Kebutuhan Fisiologis Setiap orang mengetahui bahwa untuk mencapai integritas dan kes

MENGENDALIKAN EMOSI AGAR TIDAK MERUGIKAN DIRI SENDIRI

Emosi adalah ekspresi normal manusia atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Misalnya, ketika Anda merasa senang saat mendapat hadiah, merasa kesal saat terjebak macet, atau merasa sedih saat kehilangan seseorang yang Anda cintai. Berbagai emosi yang Anda rasakan ini akan berpengaruh pada tindakan Anda. Jika Anda sedang merasakan emosi yang positif, maka tindakan yang mengikutinya juga akan positif, sebaliknya, emosi negatif akan cenderung membuat Anda berperilaku negatif pula. Ekspresi emosi negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pekerjaan, pertemanan, hingga kesehatan diri sendiri. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengendalikan emosi atau cara mengekspresikannya secara tepat. Beberapa Cara Mengendalikan Emosi Yang Bisa Anda Coba Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan emosi negatif yang bisa Anda coba: 1. Berpikiran dan bersikap positif Anda mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpa

Kedisiplinan Pendidikan Salah Satu Pondasi Karakter Bangsa Indonesia

Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian sikap yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, keteraturan, dan ketertiban. Sikap disiplin tidak hanya dimiliki oleh siswa saja tetapi seluruh profesi dan setiap warga Negara Indonesia harus bersikap disiplin untuk menunjukkan nilai-nilai taat, patuh, teratur, dan tertib akan suatu norma atau aturan yang berlaku di Indonesia. Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena sikap disiplin dapat menjaga proses belajar mengajar dengan baik dan lancer, tetapi yang sangat penting adalah dengan disiplin dalam proses pendidikan dapat menciptakan siswa menjadi kuat sebagai penerus bangsa Indonesia karena sikap disiplin salah satu kunci kesuksesan. Namun jika penulis melihat realita yang ada pada saat ini  ada beberapa orang yang tidak bersikap disiplin, salah satu contoh yang bisa penulis paparkan disini adalah salah salah seorang guru yang tidak datang mengajar di salah sat

Mengenali dan Mengembangkan Potensi Diri

Cara Mengenali dan Mengembangkan Potensi Diri      Setiap orang tentu akan memiliki potensi di dalam dirinya, meski mungkin saja jumlah potensi ini tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Berbagai macam potensi diri inilah yang kemudian akan Membantu kita untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai hal, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dan kendala yang kita temui di dalam kehidupan kita. Begitu pentingnya untuk memiliki potensi diri yang maksimal di dalam hidup ini, agar semua bisa berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan bagi diri kita sendiri Pada dasarnya, ada banyak sekali orang yang tidak mampu menemukan potensi dirinya, bahkan sekedar hanya mengenalinya di dalam diri mereka. Hal ini tentu sangat merugikan, mengingat potensi diri akan sangat membantu seseorang untuk bisa berkembang dengan maksimal dan mencapai banyak hal di dalam kehidupannya. Ketika seseorang tidak mampu menemukan potensi dirinya, maka besar kemungkinan orang tersebut hanya akan mela

PERKEMBANGAN KOGNITIF

PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK Pengertian Perkembangan Kognitif Peserta Didik Perkembangan Kognitif Peserta Didik, Kognitif atau pemikiran adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan, atau semua proses psikologis yang berkaitan bagaimana individu mempelajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan, menilai dan memikirkan lingkungannya. (Desmita, 2009) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif Peserta Didik Guru harus mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi peserta didik. Yang sangat sentral dalam factor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif adalah gaya pengasuhan dan lingkungan. Biasanya gaya pengasuhan lebih diterapkan pada anak-anak. Pada pengasuhan ini merupakan cika lbakal perkembangan kognit

BIODATAKU

Nama                          : VIRA NURADHITA, S. PD    TTL                              : B.Lampung, 14-06-97 NUPTK                        :- NIK                              :- Status Kepegawaian: PKWT Bid. Studi diampu    : BK Pendidikan                : S1