Postingan

Fase Perubahan psikolgi saat Remaja

Remaja adalah generasi masa depan kita. Mereka akan menjadi pemimpin dari suatu organisasi, memimpin rumah tangga, dan memangku kewajiban yang lebih besar dari sekadar yang mereka lakukan ketika masa kanak-kanak dan remaja. Tentu saja dalam mencapai hal tersebut ada proses, baik secara fisik dan psikologis, yang akan dialami remaja. Dokter Petrin Redayani Lukman, dari Divisi Psikoterapi, Departemen Psikiatri, RSCM, menjabarkan bagaimana proses remaja berubah menjadi dewasa dalam kegiatan Mental Health Among the Youth. Penyesuaian terhadap Sense of Self dalam bentuk fisik yang baru Petrin menjelaskan bahwa pada fase ini, remaja akan mengalami masa yang umum disebut pubertas. Pubertas adalah perubahan secara fisik pada anak memasuki masa remaja menuju ke dewasa. Tidak hanya itu, pada masa pubertas, psikologis mengalami perubahan. “Mereka pada saat remaja akan sangat memperhatikan perubahan fisik di tubuh mereka. Mereka ingin tampil terbaik. Namun ketika memasuki masa dewasa,...

Perbedaan Bakat dan Minat Dalam Psikologi

Bila dikaji lebih lanjut, rupanya ada perbedaan bakat dan minat dalam psikologi yang bisa menjadi pedoman untuk mengetahui spesifikasi yang khas dari bakat atau pun minat. Keduanya memang sering dianggap sama atau sulit untuk dibedakan. Ada yang mengatakan bahwa bakat sebenarnya bisa dipupuk, sementara minat akan tergantung sekali dari bakat. Lantas, mana yang sebenarnya benar? Untuk memahami ini, maka kita perlu untuk tahu mengenai perbedaan antara minat dan bakat. Macam-macam bakat  pada umumnya juga identik dengan kemampuan yang dimiliki seseorang sejak ia lahir. Istilahnya, seseorang mungkin memiliki kemampuan tertentu yang sifatnya diwariskan dari orang tuanya. Sementara itu, minat merupakan keinginan dari seseorang untuk mempelajari sesuatu yang sifatnya adalah kesukaan atau favoritnya. Minat dan bakat bila digabungkan akan menjadi hal yang sangat bagus dalam menunjang tujuan dan cita-cita seseorang. Berikut ini adalah perbedaannya. Bakat Melekat Sejak Lahir ...

Pentingnya Merencanakan Karir Setalah Tamat Belajar

Meraih kesuksesan dalam pekerjaan merupakan impian semua orang. Namun terkadang itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ada banyak faktor yang menentukan kelangsungan dan kesuksesan karier kita. Karena itu, satu hal yang perlu kita lakukan adalah dengan merencanakan masa depan karier kita sejak awal. Memang, dalam hidup tidak semua hal akan selalu berjalan sesuai rencana. Tapi tidak ada salahnya mencoba, kan? Nah, jika Anda sedang merencanakan masa depan karier kita, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psi. , C.Ht menyarankan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan karakter kita terlebih dahulu. Tidak perlu memaksa diri untuk bekerja kantoran dengan suasana pekerjaan yang monoton, apalagi jika kita orang yang suka bersosialisasi dan suka perubahan. Jadi, gali lagi passion yang selama ini kita miliki, Ladies. “Mungkin pekerjaan yang monoton itu lebih bonafide, lebih  settle , tetapi jika karakter kita gemar bersosialisasi, ya tentu akan ce...

RENCANA SETELAH TAMAT SMA

Masa-masa SMA (Sekolah Menengah Atas) merupakan masa sekolah yang paling indah bagi para pelajar dan anak muda kebanyakan. Memiliki banyak teman, menghabiskan waktu bersama menikmati momen-momen terakhir masa jaya putih abu-abu dan tentunya mempersiapkan diri untuk melangkah kejenjang yang lebih tinggi lagi.  Rasa tak sabar untuk mengenyam bangku perkuliahan sudah tak dapat dibendung lagi dalam benak mereka. Entah, sudah berapa banyak bayang-bayang yang mereka buat tentang bangku perkuliahan.  Padahal lulus SMA atau berakhirnya Ujian Nasional bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menentukan masa depan. Awal untuk mewujudkan citi-cita yang telah sering kita sebut sejak zaman SD hingga lulus SMA. Namun, tidak sedikit dari mereka juga masih bingung untuk menentukan tujuan hidup setelah tamat SMA nanti.  Ini hal wajar karena memang disetiap tahun kelulusan ini sudah menjadi dilema bagi anak-anak yang akan tamat SMA, bingung antara memilih akan mel...

PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

Kenakalan remaja  ( juvenile delinquency ) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma,atau aturan,  masyahukum dalamrakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak - anak ke dewasa. Kenakalan Remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balapan liar, dan lain sebagainya. Pelanggaran status ini biasanya tidak tercatat secara kuantitas karena bukan termasuk pelanggaran hukum. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya. Menurut penelitian yang dilakukan Balitbang...

Cara Mengenali dan Mengembangkan Potensi Diri

Setiap orang tentu akan memiliki potensi di dalam dirinya, meski mungkin saja jumlah potensi ini tidak pernah sama antara satu dengan yang lainnya. Berbagai macam potensi diri inilah yang kemudian akan Membantu kita untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbagai hal, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah dan kendala yang kita temui di dalam kehidupan kita. Begitu pentingnya untuk memiliki potensi diri yang maksimal di dalam hidup ini, agar semua bisa berjalan dengan lebih mudah dan menyenangkan bagi diri kita sendiri Pada dasarnya, ada banyak sekali orang yang tidak mampu menemukan potensi dirinya, bahkan sekedar hanya mengenalinya di dalam diri mereka. Hal ini tentu sangat merugikan, mengingat potensi diri akan sangat membantu seseorang untuk bisa berkembang dengan maksimal dan mencapai banyak hal di dalam kehidupannya. Ketika seseorang tidak mampu menemukan potensi dirinya, maka besar kemungkinan orang tersebut hanya akan melakukan pencapaian yang itu-itu saja sepanjang hi...

Kebutuhan dan Tugas Perkembangan Peserta Didik

•Konsep Kebutuhan Peserta didik Dalam mebicarakan konsep kebutuhan, tidak akan terlepas dari konsep motivasi, konsep dorongan, konsep perilaku, serta tujuan. Seseorang yang berbuat atau melakukan sesuatu, setidaknya karena ada kebutuhan yang hendak dicapai. Misalnya : seorang pelajar yang memiliki kebutuhan untuk dihargai dan diakui oleh teman-teman sekelasnya, ia akan melakukan berbagai upaya untuk mencapainya. Yaitu ia mengambil suatu keputusan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan merebut kejuaraan kelas dalam ulangan semester dengan tujuan agar teman-teman sekelasnya member penghargaan dan pengakuan. Kebutuhan dapat dipandang sebagai suatu aturan yang objektif yang terdapat dalam diri individu yang apabila dipenuhi akan menyebabkan tercapainya suatu kepuasan dan adanya penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Secara garis besar kebutuhan dapat dibedakan atas beberapa golongan yaitu : a. Kebutuhan Fisiologis Setiap orang mengetahui bahwa untuk mencapai integritas dan kes...